Pertahankan Pancasila, Kesbangpol DKI Jakarta Gelar Dialog Interaktif Lintas Generasi

Pertahankan Pancasila, Kesbangpol DKI Jakarta Gelar Dialog Interaktif Lintas Generasi

147
0

JAKARTA –  PASKA Reformasi, ideologi Pancasila perlahan dan pasti mulai ditinggalkan. Hal ini terbukti dengan dicabutnya Tap MPR Nomor II Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) sebagai lembaga yang bertugas melakukan sosialisasi dan pemantapan ideologi bangsa juga dibubarkan.

Karena itu, guna menjaga proses deidiologisasi Pancasila, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Ideologi Bina Wawasan Kebangsaan menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif Membangun Karakter Anak Bangsa Yang berjiwa Pancasila Angkatan IV di Hotel Gol den Boutique, Jakarta, Senin (23/7/2018).

“Reaktualisiasi nilai-nilai Pancasila tetap harus kita sosialisasikan dan internalisikan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. H, Asyik Noorhilman, M.Si mewakili Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri. M.Si yang berhalangan hadir karena sedang ada RDP di DPRD Jakarta pada waktu yang sama.

Menurut  Asyik,  saat ini kita hidup di tengah lintas batas di mana tidak ada sekat dan kejadian bisa diakses dengan cepat karena kemajuan informasi, pengetahuan dan teknologi. Modernisasi yang membawa paham liberalisme, kapitalisme dan sosialisme ini jika tidak difilter dengan nilai Ketuhanan YME bisa berbahaya. Selain itu, kita juga menghadapi massifnya penyebaran informasi hoax lewat media sosial yang berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan kita.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan agar masyarakat, utamanya generasi muda sebagai penerus bangsa tidak mudah  terprovokasi oleh berita-berita hoax, paham liberalisme, kapitalisme dan sosialisme.

“Bangsa Indonesia harus mengembalikan hakikat Pancasila sebagai ideologi yang hidup di tengah masyarakat yang dimulai dari meyakini, kemudian memahami serta mau mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Asyik menjelaskan, dewasa ini tumbuh gejala semangat golongan, semangat primordialisme, menguatnya sentimen putra daerah akibat otonomi daerah yang jika tidak dicegah bisa membahayakan karena bisa menumbuhkan gejala separatisme.

Otonomi, contohnya kata Asyik, sebenarnya dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada daerah dan bukan menumbuhkan raja-raja lokal. Dampak modernisasi menumbuhkembangkan generasi muda senang budaya asing dan menghujat budaya sendiri.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan isu-isu yang beredar di masyarakat itu dibahas dalam forum dialog interaktif. Asyik menambahkan, hingga kini sudah menggelar kegiatan “Dialog Interaktif Membangun Karakter Anak Bangsa Yang berjiwa Pancasila Angkatan IV.” Kegiatan ini bertujuan untuk terus menggelorakan dan menumbuhkembangkan Pancasila khususnya kepada generasi muda kita saat ini.

“Gunakan momentum Dialog Interaktif ini bisa saling sharing pengalaman di masyarakat terkait pemahaman Ideologi Pancasila,” harapnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Ideologi Negara Kesbangpol DKI Jakarta, Rachmat Hidayat, S.Sos mengatakan peserta kegiatan berjumlah 110 orang yang berasal dari: PW Hima Persis, Forum Komunikasi Pemuda Sawah Besar (FKPS), Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ).

Narasumber kegiatan ini yaitu Koordinator Bidang Cyber dan Data BIN DKI Jakarta,  Drs.H.Agus Suyitno.M.Si. mengulas soal “Mewaspadai Radikalisme dan Paham serta Aliran yang Menyimpang dari Ideologi Pancasila yang Berasal dari Media Sosial,” Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, H. Johan Musyawa yang mengulas mater “Peran dan tugas Komisi A DPRD DKI Jakarta,”  Direktur Infra DKI Jakarta, Ir.Agus A.Chairudin mengkaji soal “Strategi DKI Jakarta Dalam Rangka Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dan terakhir, Intelkam Pilda Metro Jaya, AKBP Sukardi memaparkan soal “Mewaspadai Dinamika Kamtibmas dalam Bidang Ideologi di DKI Jakarta. (Zul dan Endi).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY