Perundungan Siswa Berujung Kematian di Tasikmalaya, Sarimaya Tekankan Pendidikan Moral dan Perhatian Orangtua

Liputan447 views

 

SPP.Com—Kejadian perundungan (bully) terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kali ini, seorang anak SD Kelas 6 berusia 11 tahun, dibully teman-temannya, dan korban perundungan dipaksa oleh 4 pelaku untuk berbuat cabul terhadap seekor kucing. Akibat perudungan ini, korban meninggal setelah mengalami masa trauma pasca kejadian. Menanggapi kejadian ini, Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Srikandi Pemuda Pancasila, Ibu Sarimaya, SE., M.Si minta semua pihak menaruh perhatian serius terhadap peristiwa ini.

“Ini kan dampak teknologi yang tidak terkontrol. Anak-anak sudah memiliki gadget atau smartphone. Mereka bisa menggunakan alat canggih tersebut untuk mencari apapun, termasuk produk-produk video warganet dari mana saja. Jadi, ini perlu perhatian orangtua ya,” kata Sarimaya kepada Redaksi.

Ditambahkan, peran orangtua untuk mengontrol anak-anaknya, sangat penting. Kalau tidak dikontrol, anak-anak bisa jadi liar nantinya menggunakan teknologi yang ada di dalam gadget tersebut.

“Namun kontrol ini, tidak hanya bisa dilakukan orangtua. Guru juga wajib turut mengontrol. Setiap ada aktifitas mencurigakan siswa, Guru harus memberitahukan kepada orangtua siswa, agar dari laporan itu, orangtua kemudian melakukan langkah kontrol di rumah,” jelas Sarimaya.

Orangtua, lanjut Sarimaya, kadang tidak tahu perubahan perilaku anak mereka. Oleh karena itu, Guru nan tinya akan menjadi partner terbaik wali murid.

“Misalnya ketika Guru melihat siswa di kelas tidak fokus, maka Guru segera memberitahukannya kepada orangtua siswa, dan memberi saran langkah apa yang harus dilakukan ketika siswa ada di rumah. Sehingga, orangtua bisa menindaklanjuti arahan Guru. Misalnya Guru menyarankan agar diadakan  therapy kepada si anak, maka orangtua bisa segera follow up, memberi therapy agar  si anak menjadi fokus dalam belajar,”tegasnya.

Menurut Sarimaya, untuk sementara orangtua dan Guru akan sangat berperan dalam pendidikan moral kepada siswa, agar kejadian seperti yang dialami korban perundungan di Tasikmalaya tidak terulang.

“Saya berhadap Pemda setempat lebih banyak menempatkan tenaga Psikolog karena sangat dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembangnya anak,” tutup Sarimaya.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *