Srikandi Pemuda Pancasila Turut Berduka

 

SPP.Com—Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Srikandi Pemuda Pancasila menyesalkan kejadian tragis yang mengakibatkan kematian lebih dari 100 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur beberapa hari lalu. Atas kejadian itu, DPN Srikandi Pemuda Pancasila menyampaikan duka cita yang amat dalam dan berharap peristiwa mematikan ini tidak terulang kembali. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPN Srikandi Pemuda Pancasila, Hj. Sarimaya, SE., MM di Jakarta, Selasa (04/09/2022) siang.

“Kami sangat berduka. Ini peristiwa tidak biasa. Tidak hanya anak-anak yang meninggal. Bahkan informasi yang kami terima, banyak diantara mereka yang meninggal adalah para perempuan produktif yang ikut menjadi korban. Kami sangat prihatin dan tak ingin kejadin serupa kembali terulang,”ujar Sarimaya.

Sementara itu, Sekjen DPN Srikandi Pancasila  Ir. Irma Susanny Harahap, M.M menambahkan, pihaknya sungguh tidak mengira jika kejadian tragis seperti itu bisa berlangsung di Indonesia. Dirinya sangat menyesal terhadap kejadian tersebut, dan meminta kepada Pemerintah untuk segera menangani dengan sebaik-baiknya.

“Rasa-rasanya, ini tak bakal terjadi di negara kita. Makanya kami meminta PSSI sebagai induk organisasi sepakbola nasional, dan semua yang terkait dengan kejadian, misalnya Polri sebagai penanggungjawab keamanan,  dan tentu Peengurus Arema harus mempertanggungjawabkan kejadian ini. Sungguh ini peristiwa sangat memalukan dan perlu audit terbuka. Langkah-langkah para penanggungjawab harus transparan dan masyarakat harus diberitahu apa hukuman bagi para penanggungjawab itu,” tegas Irma.

Seperti diberitakan, lebih dari 100 jiwa melayang, usai pertandingan derby antara Persebaya dan Arema pada 1 Oktober lalu. Penonton yang terkena semburan gas airmata Polisi, berhamburan keluar stadion. Namun, pintu keluar terlalu sedikit dan sempit, sehingga banyak korban jiwa berjatuhan. FIFA sendiri, telah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion. Namun, entah kenapa, Polisi membawa benda berbahaya itu ke dalam area stadion dan menembakkannya ke massa yang kecewa.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *