Kelurahan Wonoroto, Juara PAAR Nasional, Tekan Pernikahan Dini hingga Nol

Kelurahan Wonoroto, Juara PAAR Nasional, Tekan Pernikahan Dini hingga Nol

17
0

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo mampu menerapkan pola untuk mendekatkan hubungan di dalam dan antarkeluarga. Keberhasilan itu diganjar penghargaan dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Penuh Cinta Kasih dan Sayang Tingkat Nasional.

SENJA Keluarga. Itulah satu di antara sejumlah program yang digencarkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Wonoroto.

Mereka terus menggiatkan kesadaran warga agar selalu membudayakan dan memupuk kebersamaan keluarga selepas senja atau seusai magrib. Membangun kedekatan antarelemen keluarga bisa dengan beragam cara, baik makan bersama, belajar bersama, saling berinteraksi antara orang tua dan anak, serta aktivitas lain yang membuat hubungan keluarga semakin harmonis.

Seusai senja dinilai menjadi waktu efektif bagi orang tua dan anak untuk tidak melakukan kesibukan sendiri-sendiri, baik sekadar menonton televisi, bermain telepon selular (ponsel) maupun aktivitas lain. Para orang tua, remaja maupun anak-anak di kelurahan itu memang terus didorong memanfaatkan waktu senja untuk saling memupuk kebersamaan. Tak hanya itu, pengurus TPPKK juga terus menggencarkan program menjaga kesehatan anak mulai dalam kandungan sampai usia 18 tahun. TPPKK Wonoroto juga selalu menekankan agar pendidikan dasar dilakukan 12 tahun, memberikan gizi yang baik kepada anak-anak dan menjauhkan remaja dari narkoba, minuman keras (miras), pornografi dan pornoaksi.

Bersama pemerintah kelurahan, mereka juga selalu mengampanyekan generasi muda agar tidak melakukan pernikahan dini, salah satu fenomena sosial yang masih menonjol di Kabupaten Wonosobo.

Menurut Ketua TPPKK Wonoroto Nuruf Nursidah, untuk menyukseskan 10 Program Pokok PKK, masing-masing kelompok kerja (pokja) selalu didorong agar berperan maksimal sesuai bidang masingmasing. Misalnya Pokja I lebih diarahkan pada optimalisasi pola asuh anak dan remaja dalam keluarga. Bentuknya berupa kegiatan pendidikan karakter, keluarga sadar hukum dan optimalisasi perlindungan anak-anak.

Pihaknya terus meningkatkan kesehatan ibu dan anak, antara lain dengan melakukan pemilihan balita sehat, menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta sosialisasi program ëíSobo Ngeman Wong Meteng”. Tak hanya itu, pembentukan pendamping ibu hamil dilakukan, menggelar kelas ibu hamil dan kelas ibu menyusui. Turut dilakukan pula kegiatan mendeteksi dini kanker leher rahim dengan medote IVA dan kanker payudara bagi seluruh perempuan yang sudah menikah.

Dalam menggiatkan gotong royong, ada program giat bersih lingkungan melalui kerja bakti bersama bernama Gerakan Nyapu Latar (Gerputar) agar masyarakat aktif menyapu halaman dan lingkungan di sekitar rumah tinggal masing-masing. Program pemberdayakan lanjut usia (lansia) juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan positif. Atas berbagai terobosan bersama para pengurus dan kader, TPPKK Wonoroto maju ke tingkat nasional dalam program pola asuh anak.

Berkat semangat pemberdayaan warga melalui kegiatan PKK, prestasi juara pertama lomba 10 Program Pokok PKK dan Lomba Hatinya PKK tingkat Kabupaten Wonosobo pun diraih.

Di sektor perumahan dan tata laksana lingkungan, program-program diarahkan pada rumah sehat dan sanitasi yang baik. Pekarangan yang kosong wajib ditanami buah dan sayuran berpot. Sampah dikelola dengan baik melalui daur ulang sampah organik dan bank sampah nonorganik. Lurah Wonoroto Marsudiono menjelaskan, kelurahan yang dipimpinnya memiliki delapan lingkungan meliputi Wonoroto, Sayangan, Welahan, Mergowati, Bengkok, Jambon, Klesem Atas dan Klesem Bawah. ”Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kelurahan Wonoroto menyentuh berbagai sendi kehidupan keluarga, dalam upaya untuk memberdayakan masyarakat guna mewujudkan keluarga mandiri dan sejahtera,” terang dia.

Camat Watumalang Iwan Widayanto menilai Kelurahan Wonoroto memang layak meraih hasil terbaik dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Penuh Cinta Kasih dan Sayang Tingkat Nasional. ”Salah satu contohnya, secara umum angka pernikahan dini di wilayah Kecamatan Watumalang tergolong cukup tinggi, namun di Kelurahan Wonoroto angka pernikahan dini sama sekali tidak ada alias nihil,” ujar dia.

Hal itu dapat terwujud karena masing-masing orang tua telah memiliki kesadaran untuk mendidik dan mengasuh anak-anak mereka secara baik dan benar, termasuk menghindari pernikahan dini. Warga Wonoroto memang terbiasa dengan beragam kegiatan untuk mendukung PAAR. Kajian di masjid yang dibimbing petugas kantor urusan agama (KUA), hingga posko konsultasi dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta pusat informasi dan konseling (PIK) remaja teragenda secara rutin. ”Kebiasaan-kebiasaan yang sudah berjalan baik ini akan kami jadikan percontohan dan semoga dapat diadopsi pula di desa-desa lain di Watumalang.

Selain yang berkaitan langsung dengan PAAR, warga Wonoroto juga telah memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya narkoba dan pentingnya bela negara. Dengan berbagai kelebihan itulah, saya tak ragu Wonoroto tampil sebagai terbaik penilaian di tingkat nasional,” ujarnya.

TPPKK Wonoroto memang baru-baru ini berhasil meraih penghargaan nasional, Pakarti Utama I Tingkat Kabupaten, sebagai Pelaksana Terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang, pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-46 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2018. Acara dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Rabu (3/10.

Penghargaan diserahkan Ketua TPPKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Ketua TPPKK Wonosobo Fairuz Eko Purnomo menyampaikan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras semua kader PKK dari mulai tingkat Dawis, RT, RW, kelurahan, kecamatan dan kabupaten. ”Alhamdulillah Kabupaten Wonosobo dengan penghargaan ini bisa berkontribusi bagi Jawa Tengah, sehingga Jawa Tengah bisa menjadi Juara Umum HKG PKK Ke-46 tahun 2018,” kata dia. Setelah memperoleh penghargaan sebagai pelaksana terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja Dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang, Wonosobo memang harus siap menjadi rujukan bagi daerah daerah lain yang ingin belajar tentang program itu. ”Selain harus siap menjadi rujukan, tugas berat yang harus dilaksanakan TPPKK Kabupaten Wonosobo adalah menjadikan kegiatan dan program-program PKK bisa dilaksanakan dalam kehidupan seharihari, tidak sekadar untuk lomba,” ucap Fairuz.(suaramerdeka.com)


TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY