oleh

Wanita Arab Pertama yang Ditunjuk Jadi Menteri Dalam Negeri Lebanon

-Liputan-6 views

BEIRUT, MENTERI perempuan di negara-negara Arab atau Timur Tengah sangatlah langka, karena karier mereka dibatasi di negara-negara yang umumnya berhaluan konservatif. Namun karier Menteri Dalam negeri Lebanon Raya El Hassan terus melesat meskipun menuai pro dan kontra.
Raya El Hassan ditunjuk menggantikan Menteri Dalam Negeri Lebanon sebelumnya, Nohad Machnouk, pada 31 Januari lalu dan dilantik Rabu (6/2/2019).
Menteri Dalam Negeri baru Lebanon itu mulai menjabat, dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi menteri di negaranya dan di dunia Arab. Dia bertanggung jawab atas dinas-dinas keamanan yang berpengaruh.
Dilaporkan Associated Press, Kamis (7/2/2019), Raya El Hassan mengambil alih jabatan itu pada Rabu (6/2/2018), sebagai bagian dari pemerintahan baru yang ditunjuk setelah hampir sembilan bulan mengalami kebuntuan. Dia merupakan satu dari empat perempuan di kabinet yang beranggotakan 30 orang, sebuah catatan bersejarah bagi perwakilan politik perempuan di Lebanon.
El Hassan mengaku menerima ‘tantangan’ di kementerian yang bertanggung jawab memberlakukan undang-undang dan melayani warganya.
Dia akan bertanggung jawab memimpin dinas-dinas keamanan yang sering bersaing, dan menjaga stabilitas di negara yang hingga saat ini berjuang melawan kelompok-kelompok militan dan menanggulangi akibat perang dari negara tetangganya, Suriah.
Pada 2009, El Hassan juga menjadi menteri keuangan perempuan pertama di wilayah itu.
Raya El Hassan lahir pada Januari 1967 dari keluarga Sunni. Dia mendapat gelar sarjana dalam bidang administrasi bisnis dari American University of Beirut pada Juni 1987.
Dia kemudian memperoleh gelar MBA di bidang investasi di George Washington University pada tahun 1990.
Di awal kariernya, Raya El Hassan bekerja dengan Méditerranée Investors Group, sebuah organisasi bisnis kalangan pengusaha di Timur Tengah. Dia kemudian diminta menjadi penasihat Menteri Ekonomi dan Perdagangan dan kemudian ditarik ke Kantor Perdana Menteri. (Inews.id)
 
 
 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed